Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Mei 2016

uPang, Metode Sterilisasi Modern Dambaan Orangtua

Sumber ; https://www.blibli.com/promosi/upang-sterilizer


Fungsi sterilisasi adalah untuk memusnahkan segala mikroorganisme hidup yang terdapat dalam suatu benda. Mikroorganisme seperti E.Coli, S.Aerus atau Salmonella Typhi yang menempel dan tidak terlihat mata.

Kebutuhan sterilisasi tidak melulu dilakukan di rumah sakit atau laboratorium. Di rumah pun proses sterilisasi perlu dilakukan. Terutama, bagi orangtua modern yang paham semboyan “Mencegah lebih baik daripada mengobati.”

Bagi orangtua yang punya bayi, kebutuhan sterilisasi peralatan bayi akan menjadi suatu hal yang utama. Kebutuhan perlengkapan bayi, seperti botol-botol bayi, peralatan makan, mainan bayi dan sebagainya, perlu disterilkan agar kesehatan bayi terjaga.

Proses sterilisasi peralatan bayi ini semakin lama semakin modern. Terutama sejak uPang hadir.
uPangWaterless UV Sterilizer adalah metode sterilisasi modern yang akan sangat membantu orangtua dalam meningkatkan kebersihan peralatan di rumah.

Beberapa pekan lalu, penulis mendapat kesempatan untuk melihat langsung kehebatan uPang Waterless UV Sterilizer ini di kantor Blibli.com.

Apa saja kehebatan uPang ini, mari kita simak;

uPang mudah digunakan dan hemat waktu
Jika biasanya metode sterilisasi konvensional untuk mensterilkan botol-botol bayi membutuhkan banyak waktu seperti; merebus air mendidih, menggunakan uap panas atau Dish Dryer, dengan uPang, botol-botol hanya perlu dicuci, dibilas dan ditiriskan, lalu masukkan ke uPang, tekan tombol ‘Automatic’.  uPang akan bekerja maksimal, dan orangtua pun bisa mengerjakan hal lain.

uPang mengamankan peralatan bayi dari paparan bahan kimia
Botol-botol plastik yang terkena paparan panas tinggi, waktu yang lama dan berulang-ulang akan cenderung melepaskan bahan kimia yang bisa dimakan/diminum anak. Bahan kimia yang paling berbahaya untuk botol plastik disebut BPA (Bispenol A). Apabila dikonsumsi bayi dan anak, BPA ini dapat menyebabkan kanker, asma, obesitas, gangguan fungsi tiroid, dan segudang penyakit lainnya. Walaupun pada masa ini sudah banyak botol plastik yang tidak menggunakan BPA, masih banyak lagi bahan kimia lain di dalam botol plastik bisa menimbulkan komplikasi jangka panjang.

Penggunaan uPang akan membantu orangtua merasa lega. uPang mengkontrol proses pengeringan di 40 derajat Celcius. Hal ini agar botol tidak menguraikan bahan-bahan kimia dan bahan plastik tetap utuh/tidak meleleh. Setelah 30 menit dan botol kering, uPang akan berpindah ke mode sterilisasi. Di fase ini, selama 10 menit uPang akan menyinari botol dengan sinar Ultraviolet untuk membunuh kuman dan bakteri berbahaya. Setelah sterilisasi selesai, Upang akan mati sendiri. Botol sudah kering, bersih, steril, tidak panas dan siap dipakai.

Sumber ; https://www.blibli.com/promosi/upang-sterilizer


uPang efektif membunuh kuman dan bakteri
uPang adalah medical-grade equipment yang telah melalui proses uji coba dan tes yang ketat. uPang sudah disertifikasi oleh Foods and Drugs Administration (FDA) dari Amerika Serikat dan 6 badan kesehatan dunia lainnya karena efektif membunuh 99,9% kuman dan bakteri. Bahkan, bakteri patogen seperti Aeruginosa yang menyebabkan infeksi nosocomial (infeksi yang tidak diderita pasien pada saat masuk rumah sakit melainkan setelah +/- 72 jam berada di tempat tersebut).

Sumber ; https://www.blibli.com/promosi/upang-sterilizer


uPang memiliki kapasitas yang besar
uPang mampu menampung sampai dengan 16 botol standard long neck. Botol-botol tersebut bisa dijejerkan dalam formasi 4 x 4 di dalam uPang. Kapasitas yang besar ini tentu sangat memudahkan. Satu kali siklus sterilisasi maka semua botol sudah beres.

uPang sangat hemat biaya
uPang hanya menggunakan 35 Watt daya listrik saja. Ini tentu sangat jauh apabila dibandingkan dengan menggunakan steam sterilizer atau dish dryer yang bisa memakan daya antara 500 – 2000 watt. Jadi, walaupun penggunaan uPang mencapai tiga kali sehari selama satu bulan, biaya yang dikeluarkan tidak sampai Rp.10.000,-

uPang bisa multiguna
Proses sterilisasi uPang yang tidak memakai air atau waterless, membuat uPang bisa digunakan untuk barang-barang lain selain botol susu bayi. Barang-barang lain seperti mainan bayi, kunci, dompet, handphone, tablet/iPad, remote control, sendok, garpu sampai sikat gigi juga dapat disterilisasi di dalam uPang. Bahkan, kaum ibu bisa mensterilisasikan peralatan make-up seperti brush, pad ataupun compact powder untuk menghindari jamur.

uPang adalah solusi efektif yang nyaman. Orangtua yang efisien, produktif dan modern akan sangat terbantu dengan menggunakan uPang dalam menjaga kesehatan dan keceriaan anak-anaknya.


Sabtu, 30 Januari 2016

Book Addict is The New Sexy


"Sexy related with a smart brain. To get a smart brain, you are going to need some knowledge. To find knowledge, your brain need some informations from any platforms of information. Book is one of the platform. Read a book, get your brain performing smart with knowledge, then be as sexy as you can be."


https://www.nathalielussier.com

Tantangan menulis tentang book addict is a new sexy, mengingatkan saya pada saat my auntie, tinggal bersama kami sekeluarga untuk melanjutkan kuliahnya.

My auntie yang berparas cantik, dan berperawakan kutilang  (Kurus, tinggi, langsing), langsung menjadi incaran pemuda sekitar lingkungan tempat tinggal kami.

Dalam waktu dua minggu dan seterusnya setelah kedatangannya, telpon rumah selalu bernyanyi dengan gembira. Mendapat tugas menyambung tali silaturahmi dari pemuda setempat plus fresh and senior guy dari kampus barunya. 

Tentu saja, hal ini membuat kami (para keponakan yang kepo) mulai membuat tally system, untuk menghitung berapa kali si A nelpon, berapa kali si B nelpon, atau berapa kali si C menelpon. Dan, my auntie nyengir-nyengir saja mendapat laporan lengkap dari kami.

Mengherankan bahwa tak satupun cowok-cowok itu berhasil menjerat hatinya. Usut punya usut, setelah memberanikan diri bertanya, " Tan..kenapa gak jadian-jadian sih? kasihan itu cowok-cowok mengantri."

My auntie, replied," Mau sih punya pacar, tetapi harus punya smart brain. Cowok smart pasti sexy. Kalau gak smart, mending gak usah minta pacaran sama saya."

Woww..Smart Brain! ulang saya dalam hati. Itu kata kuncinya. Malang (bagi saya) kata kunci smart brain itu saya definisikan dengan tipe cowok kutu buku yang iiyyeuuhh...gak banget! Maklum jiwa saya masih SMP saat itu, dan gak pengalaman sama urusan pacaran. #boongbanget^^

Jadi dong saya meng-kacau-kan para penggemar auntie-ku dengan informasi ter-gress yang dengan sengaja 'dibocorkan', ketika mereka menelpon, bahwa my auntie itu suka dengan cowok yang kutu buku.

So... yang terjadi, setiap hari sabtu, malam minggu, dua atau tiga cowok yang berkunjung untuk 'ngobrol-ngobrol' berubah jadi setipe. Tipe cokubu. Cowok Kutu Buku. Bahahahah...

But, indera keenam My auntie ternyata bekerja. keseragaman tipe cowok yang datang bersama seperti itu menimbulkan pertanyaan. Pertanyaan besar! Dan setelah saya mengaku salah, saya dapat hukuman, merapikan kamar dia setiap pagi sebulan. Hey.. i protest dong! Saya kan niatnya hanya bantu. Bantu Auntie menemukan tambatan hati. Baik kan saya? 

Setelah menghela nafas, my auntie berkata," Saya suka sama cowok yang mampu menghadapi saya dengan kalimat cerdas. Tidak mengulang pertanyaan atau berbicara hal yang sama terus menerus. Kelihatan sekali kalau mereka yang begitu itu, kurang bacaan. Jadi stok pembicaraan putus melulu. Gak penting mereka kelihatan kayak cowok bandel, cowok manis, atau cowok kutu buku. Otaknya harus jalan. Kalau otaknya jalan, apapun bentuk fisik, pasti terasa sexy. Cewek juga begitu, kalau otaknya sedikit dibawah telinga (artinya lemot karena tuli) cowok lama-lama cepat bosan. Begitu loh!" urai auntie panjang dan lebar.

Now i got it.

Lalu saat itu baru saya ketahui kalau auntie suka baca buku-buku Harlequin. Dan, dia menunjukkan sejumlah buku koleksinya (disembunyikan dalam koper, dan mom gak boleh tau alias secret hahaha) yang lumayan membuat saya melongo. Melongo pada cover bukunya. Saat itu cover Harlequin belum se-santun sekarang. Pantes diumpetin...

Eit jangan pikir cetek atau negatif dulu.

Dari novel itu, ternyata my auntie belajar bagaimana menghadapi cowok, menebak jalan pikiran cowok dan berkomunikasi dengan cowok dengan alur yang manis. Jadi kalau di'tembak' cowok, ngeles nya gak kasar. Sehingga kedamaian dunia terjaga. 

Langsung dwooong, saya ikutan baca. Kalau my auntie baca-nya ngumpet dari mama saya alias kakak-nya, saya baca-nya lebih repot lagi. Karena harus ngumpet-ngumpet dari my auntie dan kakaknya. Nasib kurang umur...

Ternyata walaupun ada cuplikan kisah romantis (baca: Hot assoy) novel ini memang  menyajikan cara 'bersilat lidah'dengan lawan jenis (ini metafora yaa), juga informasi lain yang mencakup tanaman, bisnis, tempat wisata, profesi, masakan, ekonomi tergantung mood dari tokoh utama. Lalu saya pun jadi 'ahli' soal cowok. Eh?kok?

Singkat cerita, my auntie sudah berhasil mengajarkan saya sejak saya masih menggunakan rok biru putih, untuk rajin membaca buku. Membaca buku untuk membuka wawasan. Membaca buku untuk mengisi otak. Membaca buku untuk gak kalah saat diskusi dengan lawan bicara. Dan saya pun menjadi book addict.

Ragam bacaan saya pun bertambah. Terutama yang mendukung perkembangan perempuan di negara ini. Buku-buku yang bertema persahabatan, misteri, How to, detektif atau segala konspirasi sangat saya sukai. Stilletto Book adalah salah satu Penerbit Buku Perempuan yang menjadi favorit saya. Budget beli buku selalu ada. Gak peduli kurang makan. Tsaah..

Adu kalimat, sharing knowledge, tukar pengetahuan, semua bisa dipelajari dari buku. Saat berbagai hal bisa kita sampaikan dengan jelas dan clear, hasil dari membaca buku, kita bisa berdiri, stand-up alone and say,"Yes,I am sexy."


Tiurida lily Anita
@aanoraga
tiuridalily@gmail.com




Selasa, 26 Januari 2016

"DENGAN ACER LIQUID Z320, ANAK SENANG, ORANG TUA TENANG!"

http://www.acerid.com

Melihat kemajuan teknologi sekarang, banyak orangtua merasa seperti makan buah simalakama. Mau diberikan ijin takut anak menjadi 'gadget maniak'. Tidak diberikan ijin, kok ya kejam nian, anak kita kalah 'canggih' dengan anak sebayanya.

Hal ini yang kadang jadi kendala pribadi saya mengasuh si bungsu yang baru berusia 4,5 tahun. Kesenangannya bermain kadang terkendala dengan jadwal orangtua yang harus bekerja. Selain rutinitas sekolah yang dijalani setiap hari, Ameera terkadang harus sabar menunggu ibu-nya bekerja di dalam atau di luar rumah. 

Untuk itulah, selain selalu menyiapkan berbagai peralatan menggambar, peralatan tulis, boneka-boneka kesayangan beserta segala macam perlengkapannya, saya juga berkeinginan untuk menyediakan smartphone yang bisa membuat Ameera ber-eksplorasi dengan hati senang.

Smartphone yang saya sediakan tentu saja harus mampu menunjang tujuan pembelajaran untuk anak seusianya, mendorongnya untuk mampu berkolaborasi dengan lingkungannya (tidak hanya main sendiri), tetap bisa dikontrol orangtua, transparan dan mudah disetting untuk permainan yang ramah anak di usia 0-6 tahun, tidak ada konten kekerasan atau hal negatif lainnya dan membuat saya sebagai orangtua pun berdisiplin untuk mengetahui penggunaannya oleh anak.

Pilihan saya jatuh pada Acer Liquid Z320. Kenapa ?

Acer Liquid Z320 memiliki fitur media pembelajaran anak yang diberi nama Fitur Kids Center!

http://www.acerid.com

Apa spesialnya dengan fitur ini ?

Fitur yang terdapat di dalam smartphone ini memungkinkan orangtua (baca: Saya) mencapai tujuan mendidik anak-anak belajar tanpa harus kehilangan waktu. Maklum, kesibukan sebagai ibu membuat saya harus membagi waktu dengan pintar. Aplikasi ini memiliki ribuan aplikasi bersifat edukasi yang dapat dimanfaatkan orangtua untuk membantu mengasah kemampuan anak belajar dan ber-kreativitas sesuai umurnya. Ada aplikasi untuk mewarnai, berhitung dan menggambar dengan tampilan warna-warni yang menarik sehingga akan mendorong anak saya ber-kreasi dan mau membagi hasilnya dengan orang sekitar dan lingkungannya. 

http://www.acerid.com

Aplikasi games dan video juga tersedia untuk dicoba-mainkan oleh Ameera sepulang sekolah dan membuatnya gembira. Serunya, Fitur Kids Center ini akan selalu menyediakan konten-konten yang up to date sehingga akan membuat Ameera tidak cepat bosan. Waah...senangnya!

Keunggulan dalam aplikasi Fitur Kids Center ini buat saya pribadi adalah, karena adanya Sistem Parental Control yang berfungsi sebagai pemantau segala aktivitas anak saat menggunakan smartphone. Sistem ini juga mampu membatasi atau mencegah anak dari kegiatan internet yang tidak sehat seperti mengakses atau men-download konten dewasa atau membeli aplikasi-aplikasi tanpa seizin spAcer. Dengan adanya sistem ini, saya sebagai orangtua pasti merasa aman untuk mengijinkan anak berselancar di dunia maya dan jauh dari pengaruh negatif internet.

http://www.acerid.com

Spesifikasi lengkap dari smartphone Acer Liquid Z320 adalah sebagai berikut;

Acer Liquid Z320  dibekali dengan prosesor QUALCOMM Snapdragon Quad Core 1,1 GHz dan RAM 1 GB sehingga cukup nyaman ketika menjalankan game atau aplikasi secara bersamaan. Pada segi grafis Acer Liquid Z320 menggunakan GPU Adreno 304 dengan sistem operasi Android OS 5.1 Lollipop, ditambah lagi ukuran layar yang cukup luas yaitu 4,5 inches akan membuat anak-anak melihat lebih jelas jika menggunakan smartphone ini.

Untuk urusan kamera, Acer Liquid Z320 memiliki kamera utama 5 MP dengan berbagai macam fitur menarik seperti LED flash, face detection, geo tagging, digital zoom, dan masih banyak yang lain. Kamera depan dari Acer Liquid Z320 2 MP ini mampu menghasilkan gambar dengan resolusi 2592 х 1944 pixels dan video dengan resolusi HD 720p. Asyik untuk foto selfie atau wefie sama anak nih!

Dalam urusan penyimpanan file, Acer Liquid Z320 ini sudah dibekali dengan memori internal sebesar 8 GB, jika dirasa kurang pengguna bisa menambahkan memori eksternal sampai 32 GB.

Nah... dengan spesifikasi lengkap dan info yang jelas seperti ini, tentu tidak ada keraguan lagi bagi saya untuk memberikan smartphone Acer Liquid Z320 ini untuk Ameera. Dengan Acer Liquid Z320, Anak Senang, Orangtua tenang!





Kamis, 24 Desember 2015

Ibu dan Bisnis


Sejatinya peran ibu dalam keluarga adalah sebagai tiang keluarga. Ibu saya pernah mengatakan bahwa sebaiknya ibu mengatur rumah tangga seperti mengatur perusahaan. Otomatis seorang ibu harus paham bisnis. Jujur dulu saya ‘ndak paham. Ibu saya pun hanya tersenyum. Sekarang saya paham, dan ikut jejak ibu mengatur ‘perusahaan’ saya.

Layaknya perusahaan umum, ‘perusahaan’ keluarga pun memiliki tujuan yang sifatnya komersial dan non-komersial. Eh, ‘kok begitu ya? Gaya manajemen keluarga ala ibu-ku ini memang anti-mainstream. Mari saya jelaskan.

Tujuan komersial dalam keluarga maksudnya adalah keberhasilan seorang ibu dalam mengatur keuangan keluarga. Hal ini mencakup bagaimana mengatur uang untuk belanja, kebutuhan sekolah anak, memiliki tabungan dan asuransi, pengaturan pembayaran cicilan kredit, biaya liburan, dana tak terduga, semuanya tercukupi. Darimana asal modal-nya? dari penghasilan suami dan istri, dong. Di kamus ibu, tidak ada pemisahan antara Working Mom dan Not Working Mom. Every mom is working. Every mom is a worker for the sake of her family. Bedanya hanya, yang pertama bekerja terikat, dan yang kedua tidak terikat. Toh, dua-duanya mencari penghasilan dengan keunikannya, di kantor dan di rumah. Jika ibu benar-benar Full Time Mom dengan modal dari suami saja, Mom itu tetap bekerja kan? Yaitu dalam keluarganya sendiri.

Tujuan Non-Komersial yang dimaksud disini adalah tujuan-tujuan yang sifatnya non-ekonomis. Tujuan yang sukar diraih dalam hitungan uang. Tujuan tersebut yaitu mencapai keluarga yang Sakinah, Mawardah dan Warohmah. Mampu mendidik anak-anak menjadi anak-anak yang soleh dan soleha. Mampu menjadi kesayangan suami, dan tetap mampu menjadi diri sendiri yang barokah untuk lingkungan sekitarnya.

Kedua tujuan diatas ini saling berkaitan, dan sama-sama penting. Satu tidak terpenuhi akan berimbas pada yang lain. Manajemen waktu dan manajemen emosi harus terkendali. Oleh karena itu, menjadi ibu selain merupakan anugerah terindah, juga harus siap secara mental dan fisik untuk mengelola ‘perusahaan keluarga’-nya dengan baik.

Dan, ter-untuk ibuku, Selamat Hari Ibu. 

Note : Tulisan ini diikutsertakan pada Event Lomba Menulis Menyambut Hari Ibu 2015 yang diadakan emakpintar.asia.com

Minggu, 20 Desember 2015

Waktu ‘ME Time’




Definisi ‘Me Time’ buat saya pribadi adalah waktu yang bisa saya nikmati tanpa tetek bengek urusan rumah tangga, anak dan suami. Menurut saya ‘Me time’ itu penting sebagai cara apresiasi untuk diri kita sendiri, mengumpulkan energi dan semangat agar saat kita kembali pada fitrah sebagai istri dan ibu, rasanya sama seperti saat kita melakukan hal-hal yang sangat kita sukai.

Kebayang dong, rutinitas setumpuk di rumah dari pagi sampai malam, hal yang sama setiap hari, pasti akan menimbulkan kebosanan. Padahal feeling bosan dan jenuh itu ‘terlarang’ buat ibu. Siapa yang akan memilih menu masakan yang sehat dan ber-nutrisi bila ibu bosan? Siapa yang akan mengatur dan membersihkan rumah bila ibu tidak bersemangat ? dan yang terpenting, siapa yang akan mendengarkan keluh kesah anak bila ibu mukanya masam ?. Disinilah pentingnya waktu ‘Me Time’ itu. Dengan energi dan semangat yang telah diperbaharui, apapun rutinitasnya, value yang mengiringi pemenuhan rutinitas jadi akan berbeda.

Waktu yang saya nikmati untuk sejenak ‘hilang’ dari dunia per-Ibu-an adalah Running. Olahraga Lari ini saya nikmati karena persiapannya yang cukup simple, murah meriah dan bisa dilakukan di mana saja. Biasanya saya berolahraga lari di pagi hari. Setelah si bungsu saya antarkan ke sekolah. Hambatan yang kadang menghalangi saya lari bisa bermacam-macam seperti anak yang tiba-tiba manja dan ‘gak mau ditinggal, hujan, atau acara keluarga yang membutuhkan persiapan sejak pagi.
                            



Dengan berlari saya merasa meninggalkan keluh kesah saya, meninggalkan kebosanan saya, meninggalkan kejenuhan saya dan bonusnya…berat badan terjaga (ini juga penting :D ).


#MengapresiasiDiriSendiri